Putar Balikkan Fakta, Mafia Tanah Gunakan Buzzer Seolah jadi Korban

Menteri Agraria serta Tata Tempat/ Tubuh Pertanahan Negara (ATR BPN) Sofyan Djalil menjelaskan, mafia tanah sekarang ini bukan hanya kabur saat dikejar oleh faksi berkuasa. Oleh karena itu, faksinya tetap akan bertindak yang keras untuk mengatur beberapa mafia tanah, ditambah sebab sekarang ini mereka memakai bermacam langkah untuk memuluskan tindakan mereka. “Perselisihan sebab mafia tanah, kita keras sekali. Mafia fight back, mereka menantang memakai buzzer untuk menantang Kementerian,” tutur Sofyan dalam pertemuan jurnalis virtual, Selasa (10/11/2020).

Sofyan meneruskan, beberapa mafia tanah ini mempunyai banyak harta untuk sewa buzzer yang membuat ‘kegaduhan’ serta menjungkirbalikkan bukti. “Mafia saat ini itu mulai gunakan medium, buzzer, untuk menantang seakan-akan ia jadi korban. (Contoh masalah) kakek yang ditipu pendeta, apa kepentingannya, untuk kita mafia, ya, masih mafia, ingin itu kakek atau apa, tidak permasalahan,” tutur Sofyan. Sofyan mengutarakan, faksinya kerap tangkap mafia tanah di Medan, Sumatera Utara. “Terbesar di Kantor Daerah BPN ditusuk mafia. Kesempatan ini diamankan serta dipenjara ,” ucapnya.

Sofyan ngomong, pasti tidak gampang untuk tangkap mafia tanah ini. Tetapi dianya memperjelas untuk selalu berusaha keras supaya semua permasalahan tanah dapat usai saat sebelum mafia tanah cari sela serta berlaga.

“Sehingga kita tahu mafia ini duitnya banyak, mereka memakai bermacam langkah. Tetapi kita tidak akan kalah, berserah, kita lagi pengaturan dengan aparatur hukum, Beskal Agung untuk melawan mafia ini,” terang Sofyan.

Menteri Agraria serta Tata Tempat/Kepala Tubuh Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil sayangkan berlangsungnya tindakan demonstrasi penampikan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang pengacau di beberapa wilayah. Walau sebenarnya, peraturan yang diatur Pemerintahan ini bagus untuk kebutuhan warga banyak.

“Saya berduka menyaksikan demonstrasi Undang-Undang Cipta Kerja banyak kacau. Walau sebenarnya yang dibikin pemerintahan untuk kebutuhan banyak orang,” kata Sofyan dalam Pertemuan Jurnalis dengan topik Cluster Pertanahan serta Tata Tempat dalam UU Cipta Kerja, Jumat, (16/10/2020).

Sofyan memberikan contoh, salah satunya arah atas legitimasi UU baru ini adalah untuk tingkatkan resapan tenaga kerja dalam skala besar. Ingat lapangan pekerjaan yang ada sekarang ini dipandang tidak sanggup memuat beberapa pencari pekerjaan yang tetap bertambah secara mencolok.

“Kita ada kepuasan batin kalau bekerja, tetapi sebab tidak ada cukup pekerjaan sekarang ini mau tak mau banyak karyawan tidak bekerja. Akar persoalan sebab negeri kita dirantai bermacam ketentuan,” sambungnya.

Oleh karena itu, ia minta demonstrasi penampikan UU Cipta Kerja dapat lebih teratur sama ketetapan yang berjalan. Apa lagi pemerintahan sudah buka tempat untuk faksi yang berkeberatan atas disahkankannya peraturan baru itu.

“Jika dipandang menyalahi konstitusi silakan membawa ke Mahkamah Konstitusi. jika PP (Ketentuan Pemerintahan) turunan dipandang menyalahi silakan tuntaskan secara baik,” katanya.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali lagi minta TNI-Polri serta kepala wilayah serius dalam tangani kebakaran rimba serta tempat (karhutla). Jokowi memperjelas dianya tidak enggan melepas kapolda, kapolres, pangdam, danrem, serta dandim yang tidak berhasil menangani…

error: Content is protected !!